Laman

Minggu, 31 Oktober 2010

MENDUNG DI SORE ITU



langit tampak gelap
laut biru membagi warna
gedung kosong bersaksi
awal dan akhir kisah kita

rintik hujan mulai jatuh
menetes di pipih kiri dan kanan
padahal sempat kacamata menjadi perisai
tangis kesedihan yang kusembunyikan

rintik demi rintik jatuh
tak mampu lagi menahan
merasa sangat kehilangan
pasangan - pasangan senyuman

pudar hati kami
abu - abu warnanya
kelam hati,
suram pandangan
ketika mencoba tetap tersenyum

air mata mulai jatuh berderai
merinding
berharap alarm handphone berbunyi
bahwa pagi telah tiba
pertanda ini hanya mimpi

perpisahan persahabatan

semuanya relatif,, katanya sih..
semuanya harus profesional.. katanya juga sih...

meski mendung hati
walau wajah tampak murung

relakan waktu bicara
biarlah hari semakin senja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Arsip Blog