ku pandang gedung - gedung
kokoh mereka berdiri
kemegahan memancarkan keindahan
ku nikmati dari atas gedung ini
tiupan angin mengantarkan pesan
kicauan urung merdu ku dengar
melodi hatiku bermain
sejenak ku menutup mataku
mata yang sayup
hatiku mleleh tersengat mentari
tajamnya menusuk kulit kasarku
menembus benteng sukmaku
terasa lubang di hati
kala senja mulai menyapa
tak mampu suka membayar duka
lirih ku merasa
kutarik nafas begitu dalam
tersendat juga
banyak hal yang nyata
dipandangan mata yang buta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar