Laman

Senin, 01 November 2010

KICAUAN HATI YANG LUBANG

ku pandang gedung - gedung
kokoh mereka berdiri
kemegahan memancarkan keindahan
ku nikmati dari atas gedung ini

tiupan angin mengantarkan pesan
kicauan urung merdu ku dengar
melodi hatiku bermain
sejenak ku menutup mataku

mata yang sayup
hatiku mleleh tersengat mentari
tajamnya menusuk kulit kasarku
menembus benteng sukmaku

terasa lubang di hati
kala senja mulai menyapa
tak mampu suka membayar duka
lirih ku merasa

kutarik nafas begitu dalam
tersendat juga
banyak hal yang nyata
dipandangan mata yang buta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Arsip Blog