Semerbak harum malam melambai pelan
Meliuk – liuk diatas jari pelantun alunan
Tersentuh alam dalam lamunan
Merebahkan hati di pinggir jalanan
Terpental sudah botol kosong
Pecah berhamburan belingnya rusuh
Irama jantung terpacu laju
Menetes embun di pelipis mata
Ku tarik nafas begitu dalam
Ikut tersangkut bak jaring kenyataan
Pahit, manis,
Hitam putih kehidupan
Gelisah nurani tertodong insyaf
Sang Kuasa mulai berkarya
Jelas sudah petikan getar getir penuh makna
Jangan menutup pintu kembali
Rentan usia bukan penghalang
Mabuk minum biasa saja
Lepaskan kepenatan hanya alasan
Berkedok bagai kodok berkulit domba
Sudah rubah alur ceritamu
Wahai sang pemimpi laju nafsu
Lepaskan iringan nyanyian burung hantu
Pertanda waktu di pihakmu
By : @chi breyvi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar