Laman

Jumat, 21 Januari 2011

Renungan Malam sang pemabu

Semerbak harum malam melambai pelan

Meliuk – liuk diatas jari pelantun alunan

Tersentuh alam dalam lamunan

Merebahkan hati di pinggir jalanan

Terpental sudah botol kosong

Pecah berhamburan belingnya rusuh

Irama jantung terpacu laju

Menetes embun di pelipis mata

Ku tarik nafas begitu dalam

Ikut tersangkut bak jaring kenyataan

Pahit, manis,

Hitam putih kehidupan

Gelisah nurani tertodong insyaf

Sang Kuasa mulai berkarya

Jelas sudah petikan getar getir penuh makna

Jangan menutup pintu kembali

Rentan usia bukan penghalang

Mabuk minum biasa saja

Lepaskan kepenatan hanya alasan

Berkedok bagai kodok berkulit domba

Sudah rubah alur ceritamu

Wahai sang pemimpi laju nafsu

Lepaskan iringan nyanyian burung hantu

Pertanda waktu di pihakmu

By : @chi breyvi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Arsip Blog