raut wajah gelisahmu menetapkan ribuan harap ..
aku telah berkali kali membasuh lusuhmu
dengan senyum lanutku..
tapi mengapa kau menepi hingga
sepasang kacamata membunuh ceria yang harusnya warna..
dari balik tembok ini aku bisa mendengar
ratapan pedih yang abadi dari masa lalumu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar