Laman

Senin, 17 September 2012

DI TEPIAN

selamat pagi wahai pagi
aku berdoa merajutmu jadi harapan
saat deru ombak menghantam
lalu desir pasir butakanku

pagi di batas pagi yang segera pergi
kuramu kau menjadi desah nafas yang tak henti
hingga tersadar sepi terlalu lama pergi

selamat tinggal pagi yang bukan pagi lagi
di tepian
aku telah memasungmu menjadi sajak yang tak sempurna
karena kita sama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Arsip Blog