Laman

Senin, 08 November 2010

CERPEN BERSERI


TAKDIR CINTA DAN PERSAHABATAN

“Aku sangat bersedih dengan apa yang t’lah terjadi sekarang ini Angel, kenapa harus aku ?” sebuah ungkapan kekecewaan seorang pemuda yang sempat terlukai dan melukai. Dia bernama Aldo, merupakan salah satu anggota geng di suatu kampus. Dia memiliki beberapa sahabat karib yang bernama Dion, Angel, Reysha, Rhilia, Viska, Gatot, Marco dan Lia. Mereka merupakan sahabat yang tak terpisahkan satu dengan yang lain.

Suatu ketika : Dion berkata, “ sebenarnya siapa yang kamu pilih diantara mereka berdua ?” dengan spontan dia menjawab, “aku sangat mencintai dan menyayanginya bro” tapi aku juga menyayangi Viska, tak tahu dengan hati dan perasaan ini. Rupanya Aldo terjebak dengan perasaan cintanya terhadap wanita yang menjadi sahabatnya.

“Aku ingin kau menjadi pacarku, karena aku sangat menyayangi dan mencintaimu, maukah kau menerima cintaku ? dengan perasaan yang bimbang dia tak mampu menjawab pertanyaan itu, entah apa yang ada didalam pikirannya saat itu seolah bibirnya terasa kaku dan sulit untuk mengeluarkan kata – kata, hanya senyuman yang mampu dia berikan ketika itu. Di depan teras penginapan ketika itu ungkapan cinta yang tersimpan t’lah terucap tepatnya di sebuah lokasi wisata saat mereka mengisi waktu liburan dengan bersantai bersama. Dalam dingin dan gelapnya malam di kala itu, dia berharap mendapatkan sedikit pencerahan dengan jawaban yang akan diterimanya tapi sayang tak ada jawaban saat itu. Seribu tanya terlintas di otak Aldo, rupanya dia masih mengharapkan jawaban ketika itu.

“Aku sayang kamu, pertanyaanku belum kau jawab, dan sekarang sudah hampir dua minggu ku menanti jawabanmu, bisakah kau menjawabnya sekarang ? karena sejujurnya hatiku gelisah dan tak tenang. “hmmm.mm gimana ya,, aku, aku,, hmmm aku mau....” dengan nada yang gugup dia hampir saja menyelesaikannya, tapi sayang “ Angel datang dan mengajaknya masuk ke dalam kamar tidur para wanita dalam acara rohani tersebut. Ternyata seorang senior telah memerintahkan bagi para peserta untuk segera kembali ke kamar tidur berhubung waktu t’lah menunjukkan pukul 10.20 malam. Terpotonglah sudah jawaban yang hampir terselesaikan.

Ahhh,,, coba saja Angel tak menyambar kata – kata yang hendak dia ucapkan tadi, pasti hati ini terasa lega. Dia tertidur di kamar pria dengan perasaan yang gelisah. Doni berkata, “ bro, nanti seandainya kamu ditolaknya, karena terlanjur dianggap sebagai sahabat, bagaimana perasaanmu ?? “ yah pasti aku akan kecewa, tapi tak apalah, toh aku sudah mengatakan apa sebenarnya yang kurasakan terhadapnya, diterima berarti beruntung, tapi kalo di tolak, yah coba lagi dong pastinya, kan hidup ini seperti undian saja. Ujar Aldo dengan nada yang merendah.

Hai, perkataanmu tadi malam, belum sempat kau lanjutkan, bisa kau melanjutkannya sekarang,,?? Kemudian dia hanya tertawa dan berkata “ayo masuk, sebentara lagi materi dimulai” sambil menggandeng tangan Aldo menuju aula. Mereka duduk bersebelahan sementara perasaan Aldo berbunga – bunga ketika bisa bersama dengannya.

“Hei, duduk disampingku sini, biar kita bisa ngobrol dijalan pulang nanti, “ ah, aku nggak mau soalnya aku lebih suka ditempat yang ini, sambil menunjuk tempat duduk di sisi supir bus yang hendak membawa mereka pulang. Dan masih tertunda jawaban itu, semakin gelisah saja dia ketika tawarannya ditolak saat mereka hendak pulang dari kegiatan kerohanian.

Akhirnya jawaban itu keluar juga “ aku ingin kita dekat seperti ini Aldo, aku terlanjur menganggap kamu sebagai sahabatku, aku tak bisa menerimamu sebagai kekasihku, maaf yah kuharap kau mau mengerti, “ yah sudahlah, taka pa – apa” sambil Aldo tersenyum, padahal senyuman yang dia pakai adalah senyuman kehancuran dan kekecewaan.

Malam itu, terasa bersejarah bagi Aldo, karena seorang gadis yang memberinya harapan untuk dapat dimilikinya, ternyata hanya memberi harapan semu. Rupanya gadis tersebut telah menaksir seorang pemuda lain. Waktu terus berputar, sementara Rhylia, Doni, Viska, Gatot, mengajak Aldo untuk sekedar berjalan – jalan sambil melihat situasi yang ada di tempat itu. Waktu cepat berlalu, 2 minggu kemudian, tanpa sengaja Aldo dan Viska mengukir sebuah moment indah. Mereka berciuman tanpa ikatan status, entah apa yang mereka rasakan ketika itu, apakah itu hanya sekedar momen atau mungkin merupakan luapan perasaan yang belum sempat terucap antara kedua sahabat tersebut. Saat itu juga, timbul benih benih cinta diantara mereka berdua, rupanya Aldo mulai menyukai Viska sejak saat itu. Mereka berdua terlihat akrab bahkan begitu mesra mereka di lokasi perkuliahan layaknya sepasang kekasih.

Kemudian Aldo mulai perlahan – lahan melupakan perasaanya terhadap sahabatnya yang sempat menolak perasaan cintanya. “ aku benci kamu tapi, selamat yah karena sudah punya pacar baru”.. masuklah sebuah sms ke nomor handphone Aldo, rupanya dari sahabat yang menolaknya ketika itu, begitulah bunyi pesan yang dikirmkan. merasa bingung Aldo bertanya kembali terhadap gadis tersebut melalui sms, ternyata setelah diselidiki, rupanya gadis itu menyukai dan menyayangi Aldo, sayangnya dia terlanjur menerima cinta dari seorang pria yang sempat di taksirnya. Rupanya gadis itu tersadar akan kehilangan perhatian dari seorang Aldo terhadapnya, bahkan dia merasa sangat cemburu melihat Aldo menggandeng Viska yang sebetulnya adalah sahabatnya sendiri, tanpa dia sadari bahwa ternyata dia menyukai Aldo.

Mereka bertengkar melalui sms, pada akhirnya mereka saling memahami satu dengan yang lain bahwa. Sebenarnya mereka saling menyayangi. Gadis itu mengambil suatu komitmen bersama Aldo bahwa, mereka berdua akan memperjuangkan cinta mereka bersama – sama. Aldo sendiri t’lah mengambil resiko dan siap di benci oleh seorang Viska ketika Viska menyadari dna mengetahui bahwa Aldo dan sahabat karibnya telah menjadi dekat kembali. Bahkan terdapat isu bahwa mereka berdua t’lah resmi menjadi sepasang kekasih. Aldo bersedia mengorbankan perasaan Viska demi gadis yang dicintainya.

Petaka terjadi dalam sebuah persahabatan, Viska terlanjur membenci Aldo, Aldo terkesan sebagai seorang cowo playboy di mata Viska, tak peduli apa kata orang, Aldo terus memperjuangakan cintanya terhadap gadis itu. Ternyata gadis tersebut tak mampu melewati takdir persahabatan dan cinta. Dia keluar dari komitmen yang disepakati bersama Aldo. Dia memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungannya bersama Aldo. Viska yang telah terlanjur kecewa dengan sifat Aldo yang mulai menjauh, bahkan situasi terbalik dengan kemesraan yang dia tampilkan bersama sahabatnya sendiri.

“Maaf Aldo, aku tak bisa melanjutkan hubungan kita berdua, karena sebetulnya aku hanya menganggapmu sebagai seorang sahabat biasa,” sebuah pesan lagi masuk ketika tengah malam di handphone genggam Aldo. Kekecewaan datang menghampiri Aldo di malam itu. Mereka berdebat keras dalam sebuah sms. Aldo terlihat begitu terpukul akibat ulah sang gadis tersebut yang secara tiba - tiba memutuskan sepihak hubungan mereka dengan cara mengirimkan pesan terhadap Viska, bahwa dia berjanji tidak akan mendekati Aldo lagi. Sayangnya pesan yang dikirimkannya terhadap Viska dikirmkan oleh Viska terhadap Rhilia yang menjadi teman curhat Viska, di saat yang bersamaan ketika sms itu terkirim rupanya Aldo sedang asik berkumpul bersama sahabat – sahabatnya yaitu : Doni, Rhilia, Gatot dan marco, Rhilia membiarkan Aldo membaca sms tersebut. Kekecewaan Aldo sangat terasa begitu mendalam ketika dia membaca sms itu.

Entah apa yang sedang dipikirkan gadis tersebut, dia melanggar komitmen yang telah di buat, dia membuat dua hati terluka sebelum dia melukai dirinya sendiri. Sebuah pertanyaan yang muncul dari dalam hati Aldo, apakah benar bahwa gadis itu bermain sandiwara denganya ? penyesalan Aldo adalah mengapa gadis itu memberi harapan baginya, jika pada akhirnya hanya akan membuat mereka terluka ?

“mungkin saja dia mengorbankan cintanya dan lebih memilihn persahabatan, karena mungkin dia tak ingin melihat Viska sahabatnya kecewa dan marah terhadapnya”, ujar Angel kepada Aldo”, sontak Doni menyambung kata “ tapi mengapa dia tak mau menghargai pengorbanan Aldo yang rela dimaki dan dibenci oleh Viska ketika berdekatan dengannya? ”,

Sementara kedua sahabatnya beradu argument, Aldo hanya bisa meratap sedih akan apa yang telah terjadi. “sabar bro” toh masih banyak cewe yang lain, kata Gatot kepada Aldo. “ bro, apapapun yang terjadi kini, kamu harus bisa memutuskan pilihan, dan menyelesaikan masalah ini” ujar Rhilia. “Tapi, aku tak bisa mencintai gadis lain saat ini, aku terlanjur mencintai dan menyayanginya, namun aku bingung juga dengan perasaanku, mengapa aku juga menyayangi Viska ??”. “kau harus bisa menetapkan hati bro” Doni berujar.

Hari berganti, Aldo t’lah mengambil keputusan untuk membenci gadis itu, dia sangat kecewa dengan sikapnya yang tak menghargai sebuah komitmen dan pengorbanan. Harus dia akui bahwa gadis itu membuat hatinya terluka.

Gatot datang menemui Aldo dan Doni yang sedang duduk di samping ruangan kuliah. Mereka berdua sedang membahas tentang permasalahan yang terjadi dalam konteks persahabatan mereka yang diakibatkan perasaan semata. “intinya sekarang, kami bertiga t’lah kecewa dan terluka bersama – sama”. Begitulah aldo dengan putus asa menutup diskusi, sambil berjalan meninggalkan mereka berdua. Aldo menuju ke ruang sebelah, tepatnya disana Aldo bepapasan dengan gadis itu, gadis itu memalingkan wajah seolah tak mau melihat wajah Aldo.

Aldo merasa mulai membencinya, “Viska aku minta maaf akan kesalahanku yang kemarin, kau boleh menamparku atau bahkan memukulku jika mau, asalkan kau mau memaafkanku. Bermacam - macam bujuk rayuan dikeluarkan Aldo untuk membujuk Viska agar supaya memaafkannya, lalu pada akhirnya luluh sudah hati Viska. Aldo mencoba melupakan perasaannya terhadap gadis itu, yang sebetulnya adalah sahabat mereka berdua juga.

Saat semuanya mulai berangsur – angsur membaik, Angel membawa kabar yang belum jelas, yang masih bersifat pendapat dan belum bisa dipastikan bahwa, sebetulnya gadis itu menyayangi Aldo, tapi dia berkorban dan sengaja membuat Aldo membencinya dengan tindakannya itu, dikarenakan dia tak mau lagi melukai hati sahabatnya sendiri yaitu Viska.

Seribu praduga muncul ke permukaan otak Aldo, terlihat dia sangat stress dengan perasaannya sendiri. Mendengar apa yang dikatakan Angel, Aldo meneteskan air mata, tangisan kesedihan pun tak terhindarkan lagi. “mengapa kau melakukannya Lia..?? mengapa..?? mengapa kau harus melukai hatimu untuk membuat orang lain bahagia..?? mengapa..?? siapa sebenarnya yang egois diantara kita..?? aku atau kamu ..?? siapa yang harus disalahkan lagi dalam keadaan ini Lia.?? Pastilah aku, bodohnya diriku,, yang membuat hatiku terluka karena memaksan cintaku padamu. Mengapa kau tak menghargai pengorbananku..?? ingin aku membencimu,, tapi sungguh aku tak sanggup. Ataun mungkinkah kau memang sedang bersandiwara denganku..?? tapi sifatmu terhadapku sebelum ini begitu natural, mengapa Lia kau mengecewakanku..?? berkali – kali aku mengatakan kepadamu betapa aku mencintai dan menyayangimu, tapi,, “aku hampir tak sanggup Lia,, kau mampu membuatku menangis pilu, sedih hatiku jika benar kau berkorban demi sahabat,, tapi hanya satu kata yang ingin ku dengar dari mulutmu saat ini, bahwa benar kau mencintaiku dan bukan sedang bersandiwara, aku tak akan mengecewakanmu, pengorbananmu akan ku teruskan menjadi perjuangan cintaku, aku berjanji.

“Do’ Aldo, bangun do, sudah siang, nanti kita terlambat ke kantor. Mandi sana, nanti aku siapkan sarapan. Oh iya, jangan lupa sebelum ke kantor, kita mesti membeli susunya Mando, persediaannya sebentar lagi habis.” Ujar Reysha isterinya.

Manado, 16-10-2010

Pengarang : @chi breyvi Talangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Arsip Blog