Laman

Minggu, 23 Oktober 2011

SESAT

Penulis : @chi breyvi
13 Juni 2011

Stage I
Si putih : Bumi yang semu, fatamorgana
Mimpi – mimpi yang patah
Setiap embun adalah jebakan
Setiap harapan menjadi luka
Putus asa, kekecewaan
Patah arah, terhilang.

Romarinto : (sambil menangis ) ampuuunnn bebaskan aku ya Tuhan!!!
(terdengar teriakan dari neraka, suara yang menjerit)
Putih 2 : Bumi yang lapar
Menelan semua yang serakah
Kini manusia tersesat
Tersesat dalam negeri bayangan
Dalam bayang – bayang hitam
Bayang ilusi

Algojo : (dengan tubuh yang terikat rantai dan memegang cambuk)
Mendekati michael lalu mengahantamnya.

Lampu mati.

Stage II
Lampu menyala

Romarinto : (Masuk dengan gaya selewengan dalam keadaan mabuk) kemudian terhenti dan jatuh.
Orang 1 : Hidupku seperti lingkaran
Lingkaran kesengsaraan,
Lingkaran air mata
Lingkaran kebobrokan.
Hidup hanya menunda kematian . lalu bumi ini ?

Orang 2 : Hidup yang penuh dengan keluhan
Hidup yang penuh dengan aturan
Hidup yang penuh dengan keterbatasan
Hidup yang penuh dengan……..

Orang 3 : (menyambar perkataan Gaspar)
Dengan luka..!
Hidup yang penuh penyesalan
Penuh air mata
(berjalan mengitari orang 2)
Setiap hari jiwaku tercambuk
Oleh jari – jari hatiku yang bernyanyi
Setiap pagi telingaku merekam
Rekaman motivasi semu, rekaman nasihat kosong
Hampa, tak ada senyum dan cahaya walau secuil saja.

Si Putih : (bergerak mengitari orang 1) hidup ? bumi ..?
Bumi bagaikan sebuah kertas putih,
Kosong tak bergaris.
Hidup bagai lembaran kertas putih
Tak ada sketsa yang mutlak
Semuanya bisa berubah.

Romarinto : Aku adalah seni kehidupan
Aku cerdas, pintar, kritis, dan penuh sensasi
Aku bukan penyair yang menjadi hakim dari kata – kata
Aku adalah sang pencipta
Menciptakan ide – ide, ideologi yang baru..
Aku adalah Tuhan
Aku adalah seniman di negeriku
Negeri bayangan, negeri mimpi yang patah
Aku menciptakan aturan, bahkan aku menciptakan karakter.
Aku adalah penguasa.
Aku barisan terdepan generasi pembangkang
Aku yang membuat kalian menangis, aku membuat kalian tampak bodoh
Aku yang membuat kalian tampak serakah, kalian yang kaya akan ku buat miskin
Yang duduk akan berdiri, karena duniaku dunia bayangan.
Bayangan mimpi – mimpi yang patah. Aku datang menjadi maut bagi kalian.
Semua yang ku inginkan begitu mudah untuk kudapatkan.

Stage III
(Music on)
Putih 2 : mereka yang termakan dunia
Mereka yang pandai dan cerdas menjadi penyesat
Mereka melupakan Tuhan yang mutlak.
(diam menatap Romarinto)
Romarinto : Untuk apa lagi menangisi hidup ini ?
Ayo kita tersenyum, bersantai, menikmati semua kenikmatan.
Di Jaman ini, air mata tak berarti lagi, uang adalah segalanya.
Aku bisa membeli pendeta !
Aku bisa membeli tukang – tukang,
Baik tukang motivasi, apapun itu apalagi hanya tukang ojek ? (tertawa)
Aku bisa membeli polisi !
Aku bisa membeli jaksa !
Aku bisa membeli hakim, keadilan, apalagi hanya wanita …
Apapun itu bisa ku beli..!

Si Putih : Kesalahan ! fatal! Tersesat! Itu penyesatan! Setan !
Romario : dengan uang ini kalian bisa menikmati hidup !
Tak ada aturan tak ada larangan..
Buang saja buku sejarah yang menulis kisah – kisah dan aturang – aturan,
Buku yang berisikan aturan dan larangan,
Buku setebal itu yang penuh dengan bualan ? buang saja !
Putih 2 : jangan ! jangan dengarkan dia !
Michael : (bergerak menggoda orang 1,2,dan 3) kemudian memberikan uang.
(lalu keluar)
Orang 1 : ha ? uang, aku akan membeli kesehatan!
Orang 2 : ha ? uang, aku akan membeli kebebasan !
Orang 3 : ha ? uang ? uang? (sambil tertawa gembira) aku akan membeli sekarung senyuman.
Aku akan membeli selusin kesempatan.
(secara bersamaan radit, gaspar dan jani berteriak ) uang! Uang ! uang! (kemudian terdiam kaku)
Si Putih : uang bukan segalanya, ini penyesatan ! hamba uang adalah sebuah aib!
Keserakahan adalah cambuk kebinasaan, bersahabat dengan uang adalah
Kesalahan ! dan orang yang berbuat salah patut dihukum!
Algojo : (bergerak merantai ketiga orang tersebut dan mencambuknya hingga terkapar)
Romarinto masuk
Romarinto : mereka menjadi hambaku ! tak ada yang mampu menjamahku, tak ada.
Tak akan pernah ada (kemudian secara tiba – tiba dia kesakitan dan terjatuh)
Si Putih : bumi hanyalah tempat persinggahan. Bumi hanyalah harapan.
Yang berharap kepada Dia yang disurga akan diselamatkan.
Tapi yang bersahabat dengan dunia akan musnah.
Tak seorangpun manusia berkuasa atas dirinya.
Enyahlah kalian manusia – manusia yang menyerupai tuhan
Manusia – manusia yang angkuh, manusia – manusia pembangkang.
Manusia – manusia itu kini sedang menyusun kritikan.
Mencoba mengkritik Tuhan yang tak tersentuh.
Bumi, tak akan abadi. Karena bumi hanyalah bumi.

Kemudian terdengar teriakan Romarinto yang menjerit dari neraka.!
(ampun, bebaskan aku ya Tuhan!)

Selesai.
By : @chi breyvi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Arsip Blog